HKI Model Diversifikasi Jamu Tradisional Madura Untuk Meningkatkan Daya Saing di Kabupaten Pamekasan

Zainol, Arifin (2019) HKI Model Diversifikasi Jamu Tradisional Madura Untuk Meningkatkan Daya Saing di Kabupaten Pamekasan. Jakarta, Kemenkumham RI.

[img]
Preview
Image
4 Peer Review HKI Diversifikasi Teknologi Pemb Jamu Tradisional (Prof Adji).jpg

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Image
5 Peer Review HKI Diversifikasi Teknologi Pemb Jamu Tradisional (Dr Agnes).jpg

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Image
6 Peer Review HKI Diversifikasi Teknologi Pemb Jamu Tradisional.jpg

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://repository.unitri.ac.id/id/eprint/1071

Abstract

Salah satu konsep kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia adalah technopreneurship yang merupakan cikal bakal masuknya dunia kerja dan dunia industry, seiring masuknya pasar ekonomi asean.Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat(IbM) kami lakukan pada dua home industri di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan.Metode pelaksanaan terdiri dari tahap persiapan, tahap awal tahap pelaksanaan. Evaluasi dan hasil pelaksanaan IbM menunjukkan bahwa 1). Secara umum anggota home industry Jamu tradisional “Pj Melati” dan anggota home industry jamu tradisional “Pj. Tongkat Sapu Jagad” mulai mengelola bagaimana cara meracik dan mencampur bahan jamu tradisional dapat menarik baik dari rasa maupun dari aroma sehingga kemasan tetap diminati masyarakat di Indonesia, karena terkenal khasiatnya. 2). Anggota Kelompok Home Industri “Pj Melati” dan anggota kelompok home indusri “Pj Tongkat Sapu Jagad” sebagia besar telah memahami dan menerapkan tugas dan tanggung jawabmasing-masing sesuai jon description sebagaimana struktur organisasi yang telah ada; 3). Anggota home industry “Pj Melati” dan anggota kelompok home industry “Pj Tongkat Sapu Jagad” sebagian besar menerapkan skedul terjadwal pengolahan secara sistematis dan terencana, baik pembuatan jamu mulai asam urat, sehat lelaki, maupun sehat perempuan yang terdiri dari bahan alami seperti Cikeling, Kapulaga, Manjakani, maupun Palasari. Untuk memenuhi permintaan pasar dan konsumen, khususnya para tengkulak dalam bentuk besar dilayani secara khusus. Dan penggunaan teknologi masih dalam bentuk manual yang dapat diarahkan ke teknologi yang mutakhir.Teknologi pengemasan dengan menggunakan manual atau tangan-tangan terampil disesuaikan dengan keahlian dan kemahiran.4). Anggota home industry “Pj Melati dan Pj Tongkat Sapu jagad”sebagian besar telah memahami dan mulai menerapkan pencatatan transaksi keuangan setiap penjualan secara teratur dan secara periodic, yaitu pencatatan keuangan sederhana dengan periodesasi yaitu pencatatan keuangan sederhana dengan periode mingguan, bulanan untuk satu home industry jamu tradisional. 5). Anggota kelompok home industry “Pj Melati” dan” PJ Tongkat Sapu Jagad” sebagian besar menerapkan strategi pemasaran melalui iklan media cetak sampai dengan media elektronik atau di took-toko maupun swalayan dsekitar wilayah kota pamekasan.6). Anggota kelompok home industry “Pj Melati dan Pj Tongkat Sapu Jagad” sebagian besar mulai menerpkan pengemasan dengan mencantumkan komposisi bahan-bahan (Ingridients) dan tanggal kadaluwarsa (expired date). 7.) Anggota kelompok industry “Pj Melati dan Pj Tongkat Sapu Jagad” sebagian besar sudah memiliki Surat Ijin Usaha Penerbitan (SIUP) dari Depkes bahkan sampai pada pengurusan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) sebagai bentuk legalisasi dan produk dan expailed tersebut.

Item Type: Other
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Zainol Arifin
Date Deposited: 15 Jul 2020 07:31
Last Modified: 15 Jul 2020 07:31
URI: http://repository.unitri.ac.id/id/eprint/1307

Actions (login required)

View Item View Item